Longsor yang terjadi pada 18 Maret lalu akibat hujan deras tersebut baru diketahui memiliki potensi air pada 28 Maret. Berdasarkan data di lapangan, titik longsor memiliki panjang sekitar 25 meter, tinggi 10 meter, dan lebar 20 meter.
Camat Bantur, Bayu Jatmiko, menjelaskan bahwa kondisi air di lokasi tersebut sangat baik. Airnya jernih, tidak berbau, terasa dingin, dan memiliki debit yang cukup besar, yakni mencapai 80 hingga 100 liter per menit dengan kedalaman sekitar 3 meter.
"Sebelumnya tidak ada sumber air di area perkebunan ini. Kemunculan mata air ini diduga berkaitan langsung dengan pergeseran tanah akibat longsor," ujar Bayu kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Untuk mengantisipasi risiko longsor susulan yang masih membayangi, pihak kepolisian dan BPBD telah memagari area tersebut demi keamanan warga yang ingin melihat langsung mata air tersebut.
Meski memiliki nilai ekonomis yang tinggi, warga bersama Pemerintah Desa Bandungrejo mengambil keputusan tegas. Mereka sepakat tidak akan mengomersialkan sumber air tersebut.
"Masyarakat ingin dimanfaatkan untuk pengairan saja, tidak dikomersialkan demi menjaga kelestarian alam," tegas Bayu.
Air tersebut akan difokuskan sepenuhnya untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian dan perkebunan di sekitar wilayah tersebut. Saat ini, pihak terkait masih melakukan pengamatan lebih lanjut mengenai seberapa luas lahan pertanian yang nantinya bisa teraliri oleh mata air alami tersebut.
#LongsorBandungrejo #BeritaMalang #MalangHariIni #KabarJatim #JawaTimurNews #InfoMalang #BeritaViral #ViralHariIni #FaktaUnik #SumberAirBaru #FenomenaAlam #BencanaAlam #BeritaIndonesia #InfoTerkini #TrendingNews #KabarDesa #BeritaDaerah #LingkunganHidup #AirBersih #PotensiDesa #EksplorAlam #BeritaTerbaru #UpdateBerita #Caksyar #MediaOnline #SEOIndonesia
